- 18 Sep 2023
- M Aqshal Rayhan
Selain Cash, Ini 4 Pilihan Pembayaran Beli Rumah yang Perlu Diketahui
Di dalam hal keuangan, membeli rumah adalah rencana yang sangat besar. Karena untuk membeli rumah Anda membutuhkan anggaran yang cukup besar. Harganya yang sangat tinggi menjadi salah satu alasan mengapa tidak semua orang dapat memiliki aset yang satu ini. Anda akan memerlukan waktu yang cukup lama untuk dapat memiliki rumah.
Akan tetapi di dalam prosesnya, pembelian rumah ini juga dilakukan dengan beberapa sistem pembayaran yang berbeda. Dengan hal ini, maka Anda akan lebih mudah untuk memilih sistem pembayaran yang paling tepat dan tentunya sesuai dengan kondisi finansial atau keuangan yang Anda miliki. Tak hanya pembelian secara tunai saja, Anda juga bisa menemukan sistem pembayaran dengan menggunakan sistem cicilan lainnya.
Inilah beberapa pilihan sistem pembayaran yang bisa Anda pilih untuk membeli rumah yang Anda inginkan, diantaranya adalah:
Cash
Cash ini menjadi sistem pembayaran rumah yang paling ideal dan akan membuat kondisi keuangan aman. pembayaran cash keras adalh sistem pembelian rumah yang dilakukan dengan membayar secara tunai langsung di rumah yang akan dibeli. Dengan sistem pembayaran ini maka tidak akan ada hutang ataupun kewajiban lain terhadap pengembang rumah atau developer.
Umumnya, orang yang akan melakukan pembayaran cash keras ini adalah mereka yang sudah menyiapkan anggaran yang benar-benar cukup sejak awal. Apabila Anda ingin menggunakan sistem ini, maka Anda harus mulai menabung dari sekarang.
Pembayaran cash keras juga akan memberikan harga rumah yang paling murah, apabila dibandingkan dengan sistem pembayaran lainnya. Hal ini karena dengan sistem ini tidak akan adanya sisa hutang yang membuat Anda harus membayar sejumlah bunga, denda ataupun biaya lainnya yang bisa membuat kondisi keuangan atau finansial Anda tidak stabil.
Dengan pembayaran ini juga, developer akan bisa langsung menerima seluruh uang dan tidak lagi harus menanggung risiko gagal bayar di kemudian hari.
Cicilan Bertahap Developer
Dengan sistem pembayaran ini juga memungkinkan Anda untuk mendapatkan rumah dengan harga yang cukup murah. pada sistem ini Anda akan langsung melakukan pembayaran cicilan rumah kepada pihak developer, tanpa adanya keterlibatan pihak ketiga (bank). Akan tetapi tenor cicilan yang diberikan biasanya pendek, hanya sekitar 2-4 tahun saja. Umumnya juga developer memungkinkan pembeli untuk mencicil uang muka selama beberapa bulan pertama.
Contohnya: harga rumah Rp 600 juta, uang muka 15% dan bisa dicicil sebanyak 3x. Tanda jadi Rp 10 juta di awal, dengan masa cicilan 3 tahun (36 bulan).
Uang muka: 15% x 600 juta = 90 juta (dicicil 3 bulan pertama = 30 juta/ bulan)
Angsuran: 600 juta â 90 juta = 15,45 juta/ bulan (bulan ke 4-36)
Angsuran pertama: 30 juta â 10 juta (tanda jadi) = Rp 20 juta
Angsuran kedua: Rp 30 juta
Angsuran ketiga: Rp 30 juta
Angsuran ke 4-36: Rp 15,45 juta
Di dalam praktiknya, apabila pembayaran mengalami kendala dan pembeli kesulitan melakukan pelunasan, maka sebagai developer juga memungkinkan proses pembayarannya beralih menggunakan layanan perbankan yang dapat membuat pembeli mendapat cicilan yang lebih ringan.
KPR atau KPA dari Bank
Sistem pembayaran KPR unuk rumah atau KPA untuk Apartemen menjadi salah satu sistem pembayaran yang cukup banyak dijadikan pilihan. Pembayar ini memungkinkan Anda melakukan pencicilan dengan tenor yang panjang, atau bahkan hingga 20 tahun.
Akan tetapi, sistem pembayaran ini juga akan membebani Anda dengan sejumlah bunga dan biaya yang cukup besar. Hal ini patut Anda pertimbangkan, karena nilai bunga yang terbilang cukup tinggi ini dapat membuat harga rumah juga menjadi lebih mahal. Semakin lama tenor yang Anda ambil, maka akan semakin banyak juga bunga tenor yang harus Anda bayar nantinya.
Peer to Pee atau P2P Lending
Apabila Anda tidak berhasil mengakses layanan KPR, maka Anda bisa mempertimbangkan pembayaran rumah dengan layanan P2P Lending ini. Sama hal nya dengan kredit atau tunai yang diberikan P2P Lending, Anda juga dapat mengakses layanan ini dengan mudah secara online.
Walaupun belum banyak yang menggunakan, sistem pembayaran ini tentu tidak akan serumit mengajukan KPR di bank. Akan tetapi, berbanding lurus dengan aksesnya yang mudah, Anda juga harus siap dengan besar bunga pinjamannya, termasuk dengan berbagai biaya lainnya yang nantinya bisa saja membebani cicilan menjadi lebih berat.
Pinjaman Home Ownership dari Kantor
Cukup populer dan banyak perusahaan-perusahaan besar menerapkan sistem pembayaran yang satu ini. Pinjaman home ownership ini akan memengkinkan Anda untuk memiliki rumah dengan fasilitas pinjaman dari kantor. Bunga yang diterapkan juga bisa dibilang murah.
Akan tetapi, ini akan membuat Anda harus terikat dan bekerja di kantor tersebut dalam waktu yang lama, hingga Anda bisa melakukan pelunasan rumah tersebut. Jika Anda memilih pembayaran ini maka Anda harus siap dengan konsekuensi yang cukup berat ini.
Pilihlah Pembayaran yang Sesuai dengan Kondisi Keuangan Anda
Membeli rumah mungkin memang sudah menjadi kebutuhan untuk setiap orang, akan tetapi hal ini harus tetap direncanakan dengan sangat matang. Terdapat berbagai sistem pembayaran yang bisa kamu jadikan pilihan, bahkan walau Anda tidak memiliki uang yang cukup untuk sekarang ini, yaitu dengan cara pinjam atau kredit. Pastikanlah Anda memilih sistem pembayaran yang tepat dan sesuai dengan kondisi finansial atau keuangan Anda. Hal ini sangat penting agar Anda tidak mengalami kesulitan setelah melakukan pembelian rumah nantinya.