- 21 Oct 2024
- M Aqshal Rayhan
Mengapa Harga KPR Lebih Mahal Dibandingkan Cash? Berikut Penjelasannya!
Ketika Anda berencana membeli rumah, Anda akan dihadapkan dengan dua pilihan utama dalam pembayaran, yaitu pembayaran secara tunai (cash) dan melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Namun, perlu Anda ketahui bahwa membeli rumah secara KPR biasanya akan lebih mahal dibandingkan dengan membeli rumah secara tunai. Hal ini dikarena oleh beberapa faktor yang terkait dengan cara kerja sistem KPR.
Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah:
Adanya Bunga KPR
Bunga pinjaman merupakan faktor utama yang membuat harga rumah melalui KPR lebih mahal dibandingkan dengan membeli secara tunai. Saat Anda mengajukan KPR ke bank, maka anda tidak hanya membayar harga pokok rumah, namun juga dikenakan bunga atas pinjaman yang diberikan.
Bunga ini adalah biaya yang harus Anda bayar sebagai kompensasi kepada bank kerana Anda menggunakan dan mereka untuk membeli rumah. Bunga akan ditambahkan ke dalam pembayaran bulanan selama masa cicilan, sehingga total harga rumah yang dibayarkan akan jauh lebih tinggi dibandingkan secara tunai.
Adapun jenis bunga yang umumnya diterapkan pada KPR, yang meliputi:
Bunga tetap (fixed rate): Bunga ini tetap selama periode tertentu, misalnya 1 hingga 5 tahun.
Bunga mengambang (floating rate): Bunga ini berubah-ubah mengikuti suku bunga pasar. Umumnya, bunga ini diterapkan setelah masa bunga tetap berakhir.
Semakin lama jangka waktu KPR (tenor), maka total bunga yang harus Anda bayar juga akan semakin besar. Contohnya, apabila Anda mengambil KPR dengan tenor 20 tahun, maka total bunga yang harus dibayar bisa mencapai lebih dari 50% dari harga pokok rumah.
Biaya Administrasi dan Proses KPR
Tidak hanya bunga, terdapat sejumlah biaya tambahan yang harus Anda bayar saat mengajukan KPR. Biaya-biaya ini meliputi:
Biaya administrasi: Bank akan mengenakan biaya tambahan untuk proses pengajuan KPR, termasuk verifikasi dokumen dan evaluasi keuangan calon pembeli.
Biaya provisi: Biaya provisi adalah biaya yang ditetapkan oleh bank sebagai kompensasi atas pinjaman yang diberikan. Umumnya, biaya ini berkisar antara 1% hingga 2% dari jumlah pinjaman.
Biaya notaris: Proses KPR ini menggunakan jasa notaris untuk mengurus legalitas dokumen, seperti akta jual beli, pengikatan kredit dan sertifikat tanah. Biaya notaris ini juga menjadi salah satu komponen yang membuat harga rumah melalui KPR lebih mahal.
Biaya asuransi: Umumnya, bank mewajibkan pembeli untuk mengambil asuransi jiwa dan asuransi properti sebagai jaminan apabila terjadi suatu hal yang tidak diinginkan selama masa cicilan. Biaya asuransi ini juga ditambahkan ke dalam total pembayaran.
Semua biaya tambahan ini membuat pengeluaran saat membeli rumah dengan KPR menjadi lebih besar.
Jangka Waktu Pembayaran yang Panjang
Dalam pembelian rumah secara tunai, Anda hanya membayar rumah satu kali sesuai dengan kesepakatan. Akan tetapi, pembayaran pembelian rumah melalui KPR ini dilakukan secara cicilan dalam jangka waktu yang panjang, misalnya 10 hingga 25 tahun.
Apabila Anda memilih tenor yang lebih lama. maka totol cicilan yang harus dibayarkan akan lebih besar. Hal ini karena bunganya yang terus bertambah seiring berjalannya waktu.
Contohnya, Anda mengambil KPR dengan tenor 20 tahun, total cicilan yang Anda bayarkan bisa jauh lebih besar dibandingkan dengan tenor 10 tahun. Hal inilah yang membuat harga rumah melalui KPR menjadi lebih dibandingkan secara tunai.
Risiko yang Ditanggung Bank
Bank sebagai pemberi pinjaman juga menanggung risiko dalam memberikan KPR. Risiko tersebut antara lain adalah risiko gagal bayar dari nasabah. Untuk mengantisipasi risiko ini, bank menambahkan bunga dan biaya-biaya tertentu dalam skema KPR. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dari kompensasi atas risiko yang mereka tanggung selama masa cicilan berlangsung.
Suku Bunga Pasar yang Berubah
Perubahan suku bunga pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi harga rumah melalui KPR. Apabila suku bunga naik, maka cicilan yang harus dibayarkan juga naik. Suku bunga KPR yang mengambang dapat berubah mengikuti kebijakan ekonomi dan moneter.
Hal ini membuat total harga rumah yang harus dibayarkan melalui KPR tidak stabil dan bisa lebih mahal dibandingkan pembelian secara tunai.
Fleksibilitas Pembayaran Cicilan
Walaupun harga rumah melalui KPR ini lebih mahal, namun banyak orang yang tetap memilih metode ini kerana KPR memberikan fleksibilitas pembayaran.
Anda bisa membayar rumah secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan Anda. Bagi banyak orang, membeli rumah secara tunai tidaklah realistis kerana membutuhkan jumlah dana yang sangat besar sekaligus. Adanya KPR ini membuat kepemilikan rumah menjadi lebih mudah dan terjangkau, walaupun harus membayar lebih mahal dalam jangka panjang.
Jadi, bisa disimpulkan bahwa pembelian rumah melalui KPR lebih mahal dibandingkan secara tunai disebabkan oleh adanya bunga pinjaman, biaya administrasi dan risiko yang ditanggung bank. Walaupun membeli rumah dengan KPR ini menjadi lebih mahal, namun metode ini memberikan kemudahan bagi banyak orang dengan anggaran yang terbatas. Anda bisa membuat keputusan yang tepat sesuai dengan kondisi keuangan Anda bila memahami dengan baik terkait proses KPR dan biaya tambahan lainnya.