• 25 Mar 2024
  • M Aqshal Rayhan

6 Contoh Desain Rumah Type 36 Agar Terlihat Luas

Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok. Dan pada saat Anda sudah merencanakan untuk membeli atau membangun rumah, maka lokasi tentunya menjadi hal utama yang harus dipertimbnagkan. Lokasi yang akan menjadi pilihan Anda haruslah strategis, mudah diakses, dekat dengan moda transportasi umum massal murah, dekat dengan fasilitas umum dan sosial yang baik, serta memiliki harga terbaik yang bernilai purna jual tinggi atau setidaknya memiliki potensi nilai investasi yang baik di masa depan. 


Tidak hanya lokasi saja, hal perlu Anda pertimbangkan juga adalah rancangan denah yang sesuai dengan kebutuhan dan selera Anda. Nah, salah satu type rumah yang banyak diminati oleh para calon pembeli adalah rumah type 36. Rumah type 36 ini memiliki ukuran yang sangat cocok bagi mereka pasangan keluarga muda. Akan tetapi, lahan yang tidak terlalu luas pada rumah type ini menjadi masalahnya. Ukuran yang tidak terlalu luas membuat pengaturan posisi ruang lebih sulit.


Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Arsitek dan kontraktor Myrza Yuliansyah udah merancang 6 contoh desain rumah type 36 yang bisa Anda jadikan inspirasi.


Rumah Type 36

Rumah type 36 merupakan rumah yang dibangun dengan luas 36 meter persegi. Umumnya rumah type 36 dibangun di atas tanah yang luasnya 60 meter persegi hingga 72 meter persegi. Rumah type 36 umumnya memiliki ruang yang terdiri dari 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu, halaman dan garasi yang ukurannya minimalis. 


Desain Rumah 36

Dibawah ini terdapat beberapa desain untuk rumah type 36 agar terlihat lebih luas:

  1. Denah Rumah Type 36 Minimalis A

rumah type 36

  1. Denah Rumah Type 36 Minimalis B

rumah type 36

  1. Denah Rumah Type 36 Minimalis C

rumah type 36

  1. Denah Rumah Type 36 D

  1. Denah Rumah Type 36 E

  1. Denah Rumah Type 36 F


Setiap denah yang ada di atas memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika kita amati secara seksama, maka secara garis besar terdapat 2 variasi tata letak ruang untuk desain rumah type 36, yakni posisi toilet diapit atau diantara 2 kamar tidur, posisi kamar mandi di belakang ruang keluarga dan ruang makan. 


Denah B memiliki lebar tanah 7 meter dan posisi toilet diapit antara 2 kamar tidur. Untuk denah A, C, D, E, F memiliki lebar 6 meter. secara umum, untuk rumah type 36, lebar tanah adalah 6 meter dengan panjang yang bervariasi yaitu antara 10 hingga 17 meter. Jika lahan semakin panjang, maka Anda akan memiliki keleluasaan untuk bisa mengembangkan rumah ke arah belakang. Anda bisa menambah luas kamar tidur, atau menambah kamar kecil di dalam maupun membuat area servis/cuci, jemur, setrika dan reposisi. 


Apabila Anda menemukan desain rumah type 36 seperti contoh denah B, maka disarankan agar Anda memilih denah tersebut. Sebab, pada denah tersebut posisi dapur terpisah dalam ruangan tersendiri, sehingga akan lebih memudahkan Anda. Dengan demikian, Anda tidak perlu banyak merenovasi atau menambah fungsi lagi. Area dapur sendiri disarankan tertutup dan tentunya dengan jendela yang dapat dibuka agar sirkulasi udara masuk dengan cukup baik. Hal ini akan lebih menjadi kebersihkan pada makanan dan peralatan dapur atau makan Anda. Namun, pada denah ini juga memiliki kekurangan, kekurangan yang dimaksud adalah posisi kamar mandi yang diapit. Sehingga, toilet tidak memiliki akses tukar udara secara langsung atau sirkulasi udara kurang baik. Jadi, Anda perlu memasang exhaust fan agar sirkulasi udara di dalam toilet terjadi dengan baik. Pastikan Anda memasang exhaust yang baik sesuai dengan standar. Instalasi pemipaan juga harus mengarah ke luar bangunan agar sirkulasi udara baik. 


Oke, mari kita beralih ke 5 desain lainnya. Denah A, D, dan E sebenarnya secara prinsip tata letak ruangannya sama. Denah kamar mandi terletak diantara kamar tidur dengan dapur pada dinding belakang bangunan. Kekurangan dari denah type ini adalah bukaan mengarah ke taman belakang, sehingga menjadi kurang ideal. Kalaupun di posisi tersebut terdapat jendela berukuran besar, dengan adanya dapur seringkali jendela tersebut jarang dibuka. Cahaya bisa masuk, namun udara tidak bisa bersirkulasi dengan baik. Tidak jarang jendela menjadi lebih cepat rusak akibat terkena cipratan air atau cipratan minyak. Hal ini biasanya menjadi prioritas renovasi. Renovasi dapur seringkali dibarengi dengan pembuatan area servis untuk mencuci, mengeringkan dan menyetrika.


Desain C dan F adalah type yang toiletnya berada di belakang. Dengan type ini, akan terbentuk “gang” di depan kamar mandi. Hal ini mengakibatkan cahaya dan udara dari taman belakang terhalang. Namun, jika Anda memilih desain ini, maka sirkulasi udara dan cahaya alami akan masuk dengan baik untuk kamar mandi. Idealnya, kamar mandi haruslah memiliki ventilasi dan pencahayaan alami. Kemudian, untuk letak dapur seperti yang terlihat pada denah C adalah dapur ditempatkan tepat di depan kamar mandi. Hal ini membuat ruang menjadi kurang leluasa dan letak toilet yang terlalu dekat dengan bagian depan kamar mandi menjadi kurang tepat. Pada denah F, lebar koridor/lorong dinilai cukup memadai dan tetap memberikan ventilasi dan pencahayaan alami yang cukup pada rumah. 

Maka dari itu, jika harus memiliki dan memberikan rekomendasi pilihan desain rumah type 36, maka urutan pertama hingga yang terakhir adalah B - F - A/D/E - C. 


Kelebihan Rumah Type 36

Adapun beberapa kelebihan yang ada pada rumah type 36, diantaranya:

  1. Lebih hemat listrik

  2. Lebih Mudah dibersihkan

  3. Harganya lebih terjangkau


Alasan Memilih Rumah Type 36

Bagi Anda yang sedang mencari tempat tingga, dibawah ini terdapat 4 alasan mengapa Anda harus memilih rumah type 36:

  1. Harga pasti lebih terjangkau

  2. Gaya minimalis sesuai tren saat ini

  3. Perawatan rumah lebih mudah


Mudah dibersihkan, lebih hemat biaya pengeluaran rumah tangga & maintenance

Bagimana, apakah Anda tertarik untuk Memiliki rumah type 36? Semoga adanya artikel ini bisa membantu Anda dalam menentukan tempat tinggal yang tepat. 

Menu
x
+628111006011